Yuk Naik TransJakarta!
Yuk Naik Transjakarta!
Hallo.Namaku Dinda ^^
Kalian
suka ngerasa bete gak sih kalo sehabis pulang sekolah,atau pulang kerja itu
jalanan di Jakarta sana-sini macet?Menunggu
berjam-jam,bermenit-menit,berdetik-detik untuk waktu yang cukup buat kalian
ngerjain pekerjaan lain selain menunggu di dalam mobil,nunggu macetnya selesai.
Bagi yang
kalian yang naik kendaraan pribadi sih tinggal duduk manis di
jok belakang sambil main gadget.Itu juga sih kalo ada supir yang
ngendarain.Kalau kita yang bawa,bisa-bisa stress tuh.Udah kerjaan
di sekolah/tempat kerja numpuk,PR/tugas rumah banyak yang belum
dikerjain,deadlinenya besok.Tapi,coba kita lihat keadaan orang lain yang tidak
punya kendaraan pribadi yang mau tidak mau harus naik kendaraan umum atau
bahkan orang itu puny,cuman dia lebih memilih naik transportasi umum seperti
kereta,TransJakarta,metrotrans,dan lain-lain.Jangankan dapat tempat,kebagian
mobil di jam pertama ajah syukur alhamdullilah.Cape pulang kerja/pulang sekolah
harus dempet-dempetan lagi dengan penumpang lain.Belum lagi jalanan yang
macet,ruangan di transjakarta yang pengap.Aduhh rasanya pengen punya mobil
sendiri deh.
Fyi ajah
nih buat kalian yang belum tau.Kalau naik Transjakarta dari Kemayoran ke Blok M
itu sekitar 1jam-an,sedangkan naik motor itu cuman sekitar 45 menit. 15 menit waktu
kita bisa kita gunakan untuk baca buku.Naik kendaraan pribadi pun lebih
terjamin keamanan benda berharga kita pula.Itu sih bagi pengguna mobil ajah ya
hahahah.Itu kan yang pasti yang ada dipikiran kalian jika terpikirkan tentang
kendaraan umum,lama,bikin macet,banyak copet,ngetemnya
lama,dempet-dempetan,tidak dapat tempat duduk,harus transit terminal sana-sini
dulu.Eitss,jangan salah dulu.Coba kalian sehari ajah naik kendaraan
umum,misal kesekolah.
Bagi kalian yang ke sekolah naik motor atau
mobil setiap harinya.Bayangin ajah jika 20 anak ke sekolah naik motor atau
mobil terus tiba-tiba 20 anak itu naik kendaraan umum,pastinya di jalanan
pengguna motor atau mobil berkurang 20.Dan untuk ukuran 20 motor atau mobil
termasuk luas loh,mengurangi kemacetan karena jalanannya senggang
karena berkurang 20 pengguna kendaraan pribadi.
Coba bayangin kalo 500 orang yang tadinya
menggunakan pribadi berahlih menjadi pengguna kendaraan umum.ah tapi busnya
suka ngaret,bikin telat masuk sekolah/kerja,terusnya juga armadanya
sedikit,atau gak tidak ada stasiun/ halte bus/terminal kendaraan umum di dekat
sekolah atau di dekat tempat kerjaku.Please deh,sekarang pemerintah udah
memfasilitasi seluruh kendaraan umum di Jakarta ini.
Coba kalian perhatikan baik-baik paling 10-50
m dari tempat kalian pasti ada deh halte bus transjakarta.Cuman ya,kitanya ajah
yang malas buat jalan.Dilansir dari bisnis.com PT TransJakarta
menargetkan penambahan armada hingga 3.558 di tahun 2019,serta penambahan rute
hingga 236.Dan itu cukup menampung 231,8 juta penduduk di Jakarta,masa
iya sih
gabisa menampung
masyarakat Jakarta dengan 10 juta penduduk.
Tapi
bus TransJakarta kan datangnya suka terlambat,terusnya harus
berhenti di setiap halte bus.Nah ini nih,kekurangan
masyarakat Jakarta,bukan Jakarta ajah tapi Indonesia yaitu tidak pernah
menghargai waktu.Di Jepang kereta cepat terlambat 7 detik dari waktu kedatangan
ajah masyarakat sudah mengkritik bahkan ada yang sampai mendemonstrasi atas
keterlambatan 7 detik tersebut.Sedangkan di Indonesia telat 10 menit dianggap
biasa ‘baru 10 menit bukan 10 jam’.
Kebiasaan inilah yang harus kita ubah dari
sekarang,mulai dari diri kita untui membiasakan datang dan pulang,atau bahkan
menyelesaikan tugas tepat waktu.Jikalau memang TransJakartanya memang telat,kita
harusnya berangkatnya pun lebih awal.Tidak ada salahnya juga kita berangkat
lebih awal,selain kita dicap sebagai rajin datang pagi,kita
juga masih punyak banyak waktu untuk membaca.Dan biasanya di waktu pagi itu
TransJakarta masih sepi.
Ah gamau
naik TransJakarta,malah bikin macet(tolong siapapun yang bilang ini,fix banget
dia tidak pernah naik TransJakarta).Pemerintah sudah buat publik
transportasi semaksimal mungkin untuk mengurang macet di Jakarta ini.Tidak
mungkin pemerintah buat TransJakarta ini bikin Jakarta semakin macet.Pemerintah
membuat jalur khusus untuk TransJakarta yang dinamakan busway.Dibuat
jalur khusus bertujuan agar pengguna TransJakarta tidak terkena macet di jalan
Ibukota ini.
Seandainya tadi dari Kemayoran ke Blok M 1jam
jika naik TransJakarta,sedangkan naik kendaraan pribadi seperti mobil hanya
menghabiskan waktu 45 menit,belum lagi macetnya.Dan biasanya di bundaran
HI,monas,serta GBK suka macet,it bisa menghabiskan waktu sekitar 1jam 30
menit.Sedangkan jika naik Transjakarta waktu yang dihabiskan sama saja dengan
waktu yang tidak macet.Jadi,TransJakarta deprogram oleh pemerintah pun sudah
semaksimal mungkin untuk macet atau tidak macet tetap berangkat dan datang di
waktu yang sama.
Ah gamau
naik TransJakarta,suka pusing kalo naik TransJakarta.Bagi yang belum pernah
naik kendaraan umum,mungkin sekali atau dua kali kalian akan merasa pusing jika
naik TransJakarta.Tapi bukan TransJakarta ajah,angkot,kereta,MRT,banyak yang
merasakan gejala pusing untuk menaiki transportasi umum.Tapi itu cuman gejala
awal doang kok,Saya pun merasakan di awal-awal saat Saya,untuk
pertama kalinya naik kendaraan umum,baik itu TransJakarta maupun kendaraan umum
lain seperti angkot.Sekali,dua kali,tiga kali,saya merasa pusing,hingga akhirnya
terbiasa menaiki TransJakarta hingga gejala itu sudah capek masuk ke diri Saya
lagi.
Ah gamau
naik TransJakarta,gak pernah dapat tempat duduk harus berdiri.Masyarakat
Jakarta tuh,kebanyakan ngeluh,bukan mereka ajah,tapi
kita juga.Macet yang disalahin pemerintah.Suruh naik transportasi umum
bilangnya tidak privasi.Padahal,sumber segala masalah juga dari
kita-kita juga.Kalau alasan tidak mau naiak transjakarta cuman karena tidak
dapat tempat duduk(please itu cuman buat orang orang yang dangkal pikirannya).
Indonesia itu fase ini sudah masuk negara
maju.Dilihat dari infrastrukturnya,ekonomi,sosial budayanya.Apalagi Jakarta
sebagai pusat negara Indonesia,banyak turis asing yang memilih destinasi
Jakarta untuk berkunjung ke Indonesia.Tapi sayangnya masih banyak masyarakat
Jakarta yang masih berkembang pikirannya.
Pasti dari kita banyak yang dengar tentang
generasi’nunduk’.Karena hampir seluruh anak-anak di Jakarta bahkan di Indonesia
ini kebanyakan dari kita yang setiap saat hanyak nunduk melihat gadget.Benda
kecil yang kita anggap sebagai hasil dari perkembangan dunia teknologi.Iya
memang hasil dari perkembangan teknologi,melihat informasi tentang
dunia,melihat scenery di belahan dunia beranggan-anggan
mengunjungi negara tersebut dengan hanya melihat di layer kecil bernama handphone tersebut.Yang
kita lakukan kita hanyalah membuang waktu,daripada hanya beranggan-anggan.
Coba lihat luasnya dunia dengan membaca
buku,dengan membaca buku banyak informasi yang tidak pernah kita dapatkan di
internet,bahkan yang tadinya anggan-anggan bisa menjadi sebuah mimpi terbesar
yang pernah kita capai dengan sebuah informasi tentang luasnya dunia,dengan
begitu hatimu menjadi kaya.
Inilah sebabnya kenapa masyarakat di Jakarta
bahkan di Indonesia masih dalam tahap berkembang.Masyarakat yang pikiran kurang
luas terhadap sesuatu yang luas.Banding Jakarta yang luasnya kurang lebih
661,5km,dengan luasnya dunia yang berkali-kali lipat luasnya dengan Jakarta.Toh,kita
juga masih sehat bugar,masih kuat,masih cukup muda untuk berdiri,dibanding
dengan lansia yang sudah berkepala 5 atau bahkan 6.Memangnya tidak malu dengan
para lansia yang sudah berkepala 5 atau 6 yang masih sanggup dan bersemangat
untuk naik kendaraan umum.
Ah gamau
naik TransJakarta,orang-orang yang naik kendaraan umum itu cuman buat
orang-orang yang punya kendaraan pribadi dan tidak bisa ngendarain motor/mobil.Eitss,siapa
yang bilang?Saya punya motor,Saya punya mobil,Saya bisa naik motor,Saya punya
SIM tapi saya tetap naik TransJakarta kemana-mana.
Loh kok,tetap mau sih naik TransJakarta?Karena semua berawal dari diri kita.Jika
kita ingin ada yang berubah di lingkungan kita,maka harus kita duluan yang
berubah untuk memulai perubahan tersebut.Saya ingin Jakarta mengalami
perubahan,jadi saya harus berubah terlebih dahulu,intropeksi diri
sendiri.Karena kita yang jaga Jakarta ini,kita juga yang menikmati hasil
penjagaan kita ini.Perubahan mulai dari hal terkecil,yang besar tak akan pernah
berubah jika yang kecil tak pernah berubah.Jadi,mau Jakarta berubah,yang
tadinya macet menjadi tidak macet.Maka berubah dari hal terkecil yaitu dari
diri kita sendiri.
Disamping TransJakarta mempunyai banyak
kekurangan dari kita pikirkan,ternyata banyak pula pemikiran kita yang salah
akan TransJakarta.Dan juga banyak kelebihan yang dimiliki TransJakarta salah
satunya,transportasi murah.Mau tujuan itu dekat maupun jauh,harganya tetap sama
Rp.3.500,dan itu menurut saya sebanding dengan fasilitas yang terpenuhi dan sambil
menunggu sampai ke tempat tujuan,mending kita baca buku daripada main handphone.
Tulisan ini diambil dari
tema khusus ‘Fenomena Transportasi Publik di Jakarta Hari Ini’
Selesai dalam
1177 kata
Tulisan dibuat oleh : Dinda
Komentar
Posting Komentar